Alamat
Green Sedayu Bizpark, Daan Mogot, Jakarta Barat.
Jam Operasional
Senin-Jumat: 10:00 - 18:00 WIB
Sabtu: 10:00 - 15:00 WIB
Alamat
Green Sedayu Bizpark, Daan Mogot, Jakarta Barat.
Jam Operasional
Senin-Jumat: 10:00 - 18:00 WIB
Sabtu: 10:00 - 15:00 WIB

Pernah merasa dada terasa panas, mulut pahit, atau perut kembung setelah makan? Hati-hati, itu bisa jadi gejala asam lambung! Masalah pencernaan ini sering dianggap sepele, padahal jika dibiarkan bisa berujung pada komplikasi serius seperti GERD. Gejala asam lambung bisa muncul tiba-tiba, terutama setelah konsumsi makanan berlemak, pedas, atau minuman berkafein. Bahkan, stres dan pola makan yang tidak teratur juga bisa memperparah kondisi ini. Jangan tunggu sampai makin parah! Yuk, kenali tanda-tandanya lebih dalam dan temukan cara mengatasinya agar aktivitas tetap nyaman tanpa gangguan asam lambung.

Asam lambung memiliki peran penting dalam sistem pencernaan, yaitu membantu memecah makanan dan membunuh bakteri berbahaya. Namun, ketika produksi asam berlebihan atau sfingter esofagus tidak bekerja dengan baik, asam bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi.
Kebiasaan makan yang tidak sehat dapat menjadi pemicu utama naiknya asam lambung. Makan dalam porsi besar, terutama sebelum tidur, bisa meningkatkan tekanan pada lambung dan menyebabkan refluks asam. Selain itu, konsumsi makanan pedas, berlemak, serta minuman berkafein seperti kopi dan teh juga dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Tak hanya itu, kebiasaan makan cepat tanpa mengunyah dengan baik juga bisa memperberat kerja lambung, sehingga meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Stres dan kondisi emosional yang tidak stabil dapat berdampak langsung pada kesehatan pencernaan, termasuk meningkatkan risiko asam lambung naik. Saat stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol, yang dapat merangsang produksi asam lambung berlebih. Selain itu, stres juga sering kali menyebabkan perubahan pola makan, seperti makan secara berlebihan atau melewatkan waktu makan, yang dapat memperburuk kondisi lambung.
Infeksi bakteri Helicobacter pylori merupakan salah satu penyebab utama gangguan lambung, termasuk gastritis dan tukak lambung (luka terbuka pada lapisan lambung yang menyebabkan peradangan), yang dapat meningkatkan produksi asam lambung secara berlebihan. Bakteri ini menyerang lapisan pelindung lambung, menyebabkan peradangan, dan membuat lambung lebih rentan terhadap iritasi oleh asam lambung. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi H. pylori dapat memperburuk gejala refluks asam dan bahkan meningkatkan risiko komplikasi serius seperti tukak lambung kronis. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang pada kesehatan lambung.

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan. Kondisi ini sering muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak, pedas, atau asam, serta saat berbaring setelah makan. Jika dibiarkan, heartburn yang terjadi terus-menerus dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan dan memperburuk gejala asam lambung.
Jika sering merasa mual tanpa sebab yang jelas, bisa jadi ini akibat dari iritasi lambung akibat produksi asam lambung yang berlebihan. Kondisi ini bisa semakin parah jika perut dalam keadaan kosong atau setelah mengonsumsi makanan yang sulit dicerna. Pada beberapa kasus, peningkatan asam lambung yang tidak terkontrol dapat memicu muntah, yang jika terjadi terus-menerus bisa menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit dalam tubuh.
Asam lambung yang naik tidak hanya menyebabkan rasa pahit atau asam di mulut, tetapi juga bisa mengganggu kesegaran napas. Naiknya asam dari lambung ke kerongkongan dapat membawa partikel makanan yang belum sepenuhnya dicerna, sehingga menyebabkan bau mulut yang tidak sedap. Jika gejala ini sering terjadi, sebaiknya segera ditangani karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang lebih serius.
Naiknya asam lambung sering kali terjadi saat berbaring, membuat penderita sulit tidur karena rasa tidak nyaman di dada dan tenggorokan. Beberapa orang bahkan terbangun di tengah malam karena sensasi terbakar yang mengganggu. Posisi tidur yang salah, seperti berbaring telentang setelah makan, bisa memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, disarankan untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi atau menghindari makan sebelum tidur agar gejala tidak semakin parah.
Kandungan Teripang laut dalam Gold-G Bio Sea Cucumber memiliki efek penghambatan terhadap gastritis dan tukak lambung. Kandungan bioaktifnya dapat membantu mengurangi peradangan akibat asam lambung serta meningkatkan kesehatan saluran pencernaan.
Studi menunjukkan bahwa ekstrak teripang laut dapat membantu mengatasi peradangan lambung akibat infeksi Helicobacter pylori.
Untuk hasil optimal, Gold-G® Bio Sea Cucumber dapat dikonsumsi sebelum makan untuk penyerapan nutrisi yang lebih baik. Namun, bagi yang memiliki lambung sensitif, lebih baik dikonsumsi setelah makan agar tidak memicu iritasi.
Gejala asam lambung tidak boleh diabaikan karena bisa berkembang menjadi masalah serius. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal dan menerapkan pola hidup sehat, kita bisa mencegah komplikasi lebih lanjut. Ditambah dengan konsumsi Gold-G Bio Sea Cucumber, kesehatan lambung bisa lebih terjaga secara alami!

Gejalanya meliputi heartburn (sensasi terbakar di dada), mual dan muntah, bau mulut, mulut terasa asam, serta gangguan tidur akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan saat berbaring.
Teripang laut memiliki kandungan bioaktif seperti kolagen, saponin, dan mucopolysaccharides yang membantu meredakan peradangan, memperbaiki lapisan lambung, dan menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori, penyebab utama gastritis dan tukak lambung.
Untuk kesehatan lambung, Gold-G® Bio Sea Cucumber bisa dikonsumsi 1-2 sendok makan, dua kali sehari sebelum makan untuk penyerapan nutrisi yang lebih baik. Namun, jika lambung sensitif, disarankan untuk dikonsumsi setelah makan agar tidak memicu iritasi.
Produk ini tidak disarankan untuk penderita yang sedang mengonsumsi obat antikoagulan, pasien ginjal yang menjalani dialisis, penderita kelainan tiroid, serta pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Jika mengalami gejala seperti pilek, diare, atau kondisi tubuh melemah, sebaiknya hentikan konsumsi sementara dan konsultasikan dengan dokter.
Meskipun memiliki manfaat bagi kesehatan lambung, Gold-G® Bio Sea Cucumber bukan pengganti obat medis. Jika mengalami asam lambung yang parah atau berkelanjutan, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.